0. Aku
hanya ingin menetap pada suatu tempat di dunia, di mana semesta dapat menerima
karyaku.
1. Aku
memang tidak tekun belajar di tempat formal sehingga nilai akademik-ku buruk.
Tetapi aku selalu menjadi pembelajar seumur hidup untuk sebuah tujuan.
2. Jika
Ibuku tahu bahwa nilai akademik-ku buruk, mungkin dia akan mengutuk-ku. maka
tidak akan kuberitahu sebelum kubawakan karya nyata untuk kujadikan penangkal
dari segala kutukan.
3. Tak
masalah nilai akademik-ku buruk, sebab bukan beasiswa yang kucari—melainkan
bagaimana caranya agar aku bisa memberikan beasiswa.
4. Kematian
adalah hal sebuah hal yang pasti. Maka ingat-ingatlah untuk menggerak-kan
tubuhmu agar dapat berkarya sehingga ada jejak yang kau tinggalkan dihidupmu.
Dan oranglain dapat merasakan kau pernah hidup di dunia.
5. Berbagilah,
dan jangan berharap atasnya. Karena tanpa kau harap-pun, Tuhan tahu apa yang
harus dilakukann-Nya.
6. Percayalah
untuk sebuah ketidakpastian agar kau selalu mencoba hingga kau berhasil
melakukannya. Yakini, bahwa kau memang layak memiliki keinginanmu.
7. Beranilah
untuk berjalan dengan tujuanmu sendiri walaupun sendirian. Someone care you.
Your not walk alone. Setidaknya ada Tuhan.
8. Musafir
Kelana bukan hanya tentangku, melainkan tentang semua orang yang merasakan
hidup.
9. Setiap
orang memiliki jalan hidup berbeda-beda. How do tou come in this world to
know yourselves?
10. Kesuksesan
instan itu rapuh.
11. Jika
kau tak tahu potensimu, maka lakukanlah segala hal yang kau iginkan, dan jangan
membatasi diri. Suatu saat kau akan merasa cocok dengan suatu bidang yang telah
kau coba-coba.
12. Sesuatu
yang remeh di mata orang, kerap kali menyimpan rahasia besar bagi orang-orang
yang melihat dengan jeli.
13. Pernah
suatu ketika kuberjualan poster. Saat orang-orang melihat daganganku saja aku
sudah sangat senang. Tapi sayang, sedikit sekali orang yang mau melihat.
14. Orang
kaya itu pelit, tapi sifat pelitnya ter-management, sehingga mereka tahu
kapan harus berbagi, kepada siapa, dengan cara apa, dan mengapa. Berbeda dengan
orang miskin: loyal, namun tidak jelas. Jadi akan terus miskin.
15. Jati
diri manusia mencakup 4 lapis:
1. Diri
fisik (Tubuh: Genduk, kerempeng, tampan, cantik, dll.)
2. Diri
mental (Karakter: cerdas, bodoh, pemimpin, dll.)
3. Diri
emosional (Kesukaan: intelektual, seniman, pencipta, dll.)
4. Diri
spiritual (Antara: Diri—Tuhan)
Dari 4 tersebut,
kebanyakan orang hanya mengenal bagian terluar: diri fisiknya saja. Jika
seseorang telah mengenal 4 diri dalam dirinya, maka lengkaplah sudah orang
tersebut mengetahui jati dirinya sesungguh-sungguhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar