Rabu, 07 Oktober 2015

Kumpulan Kata Sudarman BK

0.     Aku hanya ingin menetap pada suatu tempat di dunia, di mana semesta dapat menerima karyaku.

1.      Aku memang tidak tekun belajar di tempat formal sehingga nilai akademik-ku buruk. Tetapi aku selalu menjadi pembelajar seumur hidup untuk sebuah tujuan.

2.      Jika Ibuku tahu bahwa nilai akademik-ku buruk, mungkin dia akan mengutuk-ku. maka tidak akan kuberitahu sebelum kubawakan karya nyata untuk kujadikan penangkal dari segala kutukan.

3.      Tak masalah nilai akademik-ku buruk, sebab bukan beasiswa yang kucari—melainkan bagaimana caranya agar aku bisa memberikan beasiswa.

4.      Kematian adalah hal sebuah hal yang pasti. Maka ingat-ingatlah untuk menggerak-kan tubuhmu agar dapat berkarya sehingga ada jejak yang kau tinggalkan dihidupmu. Dan oranglain dapat merasakan kau pernah hidup di dunia.

5.      Berbagilah, dan jangan berharap atasnya. Karena tanpa kau harap-pun, Tuhan tahu apa yang harus dilakukann-Nya.

6.      Percayalah untuk sebuah ketidakpastian agar kau selalu mencoba hingga kau berhasil melakukannya. Yakini, bahwa kau memang layak memiliki keinginanmu.

7.      Beranilah untuk berjalan dengan tujuanmu sendiri walaupun sendirian. Someone care you. Your not walk alone. Setidaknya ada Tuhan.

8.      Musafir Kelana bukan hanya tentangku, melainkan tentang semua orang yang merasakan hidup.

9.      Setiap orang memiliki jalan hidup berbeda-beda. How do tou come in this world to know yourselves?

10.  Kesuksesan instan itu rapuh.

11.  Jika kau tak tahu potensimu, maka lakukanlah segala hal yang kau iginkan, dan jangan membatasi diri. Suatu saat kau akan merasa cocok dengan suatu bidang yang telah kau coba-coba.

12.  Sesuatu yang remeh di mata orang, kerap kali menyimpan rahasia besar bagi orang-orang yang melihat dengan jeli.

13.  Pernah suatu ketika kuberjualan poster. Saat orang-orang melihat daganganku saja aku sudah sangat senang. Tapi sayang, sedikit sekali orang yang mau melihat.

14.  Orang kaya itu pelit, tapi sifat pelitnya ter-management, sehingga mereka tahu kapan harus berbagi, kepada siapa, dengan cara apa, dan mengapa. Berbeda dengan orang miskin: loyal, namun tidak jelas. Jadi akan terus miskin.

15.  Jati diri manusia mencakup 4 lapis:
1.      Diri fisik (Tubuh: Genduk, kerempeng, tampan, cantik, dll.)
2.      Diri mental (Karakter: cerdas, bodoh, pemimpin, dll.)
3.      Diri emosional (Kesukaan: intelektual, seniman, pencipta, dll.)
4.      Diri spiritual (Antara: Diri—Tuhan)
Dari 4 tersebut, kebanyakan orang hanya mengenal bagian terluar: diri fisiknya saja. Jika seseorang telah mengenal 4 diri dalam dirinya, maka lengkaplah sudah orang tersebut mengetahui jati dirinya sesungguh-sungguhnya.

Tidak ada komentar: