Rabu, 07 Oktober 2015

KACAMATA LEGENDA YANG TETAP EKSIS



Hidup itu mudah, bagi orang yang mempermudah, dan sebaliknya.
Gue punya kacamata sakti yang memiliki ilmu Rawarontek seperti dalam kisah-kisah serial Misteri Gunung Merapi yang ditokoh utamakan Mak Lampir. Ya, gue pikir kacamata gue pantas untuk disamakan oleh Mak Lampir yang memiliki ilmu tersebut.
Gue bersyukur kacamata gue sakti mandraguna, dia sangat membantu gue untuk membaca. Sebab, saat ini yang terpenting bagi gue salah satunya adalah kacamata selain buku dan laptop. Tanpanya gue nggak nyaman dalam membaca atau makan nutrisi untuk tetap hidup dalam berkarya—mencapai sebuah tujuan, karena mata gue min, sejak kelas 3 SMP. Itulah yang gue sadari.
O-ya, mungkin ada di antara lo yang gak ngerti ilmu Rawarontek. Untuk lebih jelas, nih gue kasih lihat gambarnya aja:
Bingkai kacamata gue patah. Dan selalu patah kalau terbentur sesuatu yang keras atau terjatuh. Dan ilmu Rawarontek, nggak dengan sendirinya dia dapati dengan mudah, selalu ada gue Sang majikannya yang selalu bersedia membantunya agar kembali utuh. Kayak gini:


Dengan bermodal lem Power Glue dan silet bagi gue dan dia untuk dapat menggunakan ilmu Rawarontek. Silet digunakan untuk mengerik bekas lem sebelumnya jika kembali patah. Sementara lem, ya, lo pasti udah tau sendiri: yang sangat berfungsi untuk penerapan ilmu Rawarontek supaya berhasil.
Bagi gue, kacamata ini udah begitu melegenda. Dia-lah yang setia menemani gue dalam keadaan susah dan senang sampai sekarang. Untuk saat ini, jika ada uang, gue nggak berniat untuk menggantinya dengan yang baru, karena masih banyak keperluan yang harus diutamakan. Kacamata ini masih tetap layak pakai dan selalu memberi peran penting dalam hidup gue. Entah udah berapa kali gue bekerjasama dengan dia menggunakan ilmu Rawarontek, rasanya udah sering banget.
Apa menurut lo cerita kacamata gue menyedihkan? Bagi gue nggak. Perjalanan bukan untuk dibuat-buat seolah kisah yang menyedihkan dan membuat orang terharu dengan cerita kita. Gue selalu berpikir, bahwa gue termasuk dalam jajaran orang yang masih sangat-sangat beruntung, sebab gue sangat yakin terlalu banyak orang yang lebih pahit merasakan hidup, bahkan sampai mereka mati.
Gue nggak mau bercerita kisah yang seolah-olah gue mengalami perjalanan hidup yang pahit. Hidup gue selalu manis. Itu semua gue rasakan karena gue selalu dapat mengecap makna dari yang tersimpan dalam setiap perjalanan. Itulah manisnya, sehingga kita dapat terus belajar untuk memperbaiki dan mendewasakan diri. Tuhan udah begitu baik dengan telah memberikan kita makan, minum, bernafas, dan sebagainya, sehingga kita mampu melewati semua yang sering dianggap orang perjalanan terjal. Jika kita nggak diberikan hidup seperti itu (pahit), mungkin kita nggak akan menjadi seperti sekarang: manusia yang bernilai. Jadi apa yang pahit? Semuanya manis, bukan? Cobalah lebih dipahami agar kita lebih mensyukuri hidup.
Jangan pernah membuat susah hidup lo yang mungkin emang udah susah. Jadikan lebih simpel dan sederhana sehingga mudah untuk dimengerti dan dijalani. Kita cuma perlu melakukan apa yang kita bisa lakukan untuk suatu pencapaian yang besar. Sebuah langkah kecil yang konsisten dilakukan akan jauh lebih berarti daripada langkah besar yang hanya beberapa kali dilakukan. Seperti kacamata sakti gue yang selalu menemani perjalanan majikannya dalam mencapai impian: dia melakukan sesuatu yang dia bisa untuk terus tetap bersama gue, karena cuma dengan cara itulah dia bisa tetap bertahan, berusaha sebisa mungkin untuk dapat memberikan manfaatnya untuk gue. Gue bangga dengan dia.
Kacamata itu nggak berusaha untuk menjadi sesuatu yang baru untuk gue. Dia tau keadaan gue. Jadi, bagaimana pun keadaanya, dia akan selalu ada untuk memberikan manfaatnya tanpa berpikir yang tidak mungkin bisa dilakukannya.
Jangan pernah meremehkan hal kecil yang terjadi dalam hidup atau yang ada di sekeliling kita. Cobalah untuk cari dan pahami jawaban dari yang tersirat. Karena dengan itulah kita akan menemukan sesuatu yang teramat sangat berarti ketika orang lain meremehkannya.

Tidak ada komentar: