KUPU-KUPU HITAM
seekor ulat
terbungkus kepompong
tergantung di
daun hijau pohon bunga
dengan saksama
lelaki muda mengamati
hingga
kepompong bergerak-gerak; siap menetas
sedang angin
diam berdayuh, tak bersiul lagi
kupu-kupu mulai
keluar dari kepompong
warna hitam
pekat terlihat dari tubuhnya
ya, memang
belum sempurna terlihat
sebab ia masih
berusaha keras untuk keluar
kadang terlihat
beberapa kali berhenti—lalu berusaha lagi
lelaki muda
diam mengamati kejadian alam
tanpa banyak
berkedip ia terus melihat
kupu-kupu hitam
terlihat tak kuat lagi
tampaknya sudah
sekuat tenaga ia kerahkan
supaya keluar
dari kepompong—lalu terbang tinggi
lelaki muda
pergi ke dalam rumah
mengambil pisau
dapur yang tampak tajam
lalu disobek
kepompong kupu-kupu itu
kupu-kupu hitam
pun bisa keluar dengan bebas;
tanpa hambatan
yang dialami
diletakan
kupu-kupu itu di tanah yang kering
lelaki muda
berharap kupu-kupu lekas terbang
setelah lama
menunggu, keinginan hati tak bersua
sayap kupu-kupu
tetap mengkerut;
tak kunjung
mekar dan terbang ke sana ke mari
lelaki muda
masih terus mengamati dan berharap
tapi tak
terjadi apa-apa pada kupu-kupu hitam
ia menghabiskan
waktu hanya dengan merangkak
dan juga dengan
sayap yang tetap mengkerut
terkulai lemah
ia dihadapan lelaki muda
lelaki muda
merenung—memikirkan semua ini
sampai ia
bangun dari renungannya dan menyadari
bahwa
perjuangan yang dilakukan kupu-kupu hitam
adalah cara
Allah mendorong cairan tubuh ke sayapnya
agar dapat
terbang setelah terbebas dari kepompong
akhirnya lelaki
muda bisa mengambil pelajaran dari ini
bahwa
kesuksesan butuh perjuangan keras
Allah selipkan
hambatan dalam perjalanan hidup
agar diri
menjadi kuat dan siap menempuh dunia ini
dunia yang akan
selalu berusaha menggilas diri
Bekasi, 03
Februari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar