Rabu, 05 Februari 2014

Puisi - PLURALISME


PLURALISME

duduk kumelingkar bersama mereka
merangkul kebersamaan, menebar kasih
berbagi cinta pada sesama
mengamalkan ajaran agama
bantu sesama makhluk hidup

bersama di bawah satu bendera
ya, tentu Indonesia, bukan yang lain
dengan bineka tunggal ika yang kita kenal
sungguh indah perbedaan ini
kalau kalian tak percaya, cobalah merapat!

kutermangu di tengah mereka
merenungi saudaraku
bersama agama yang sempurna
mengapa tak henti baku hantam?
lalu “Allah hu Akbar”
dipakai untuk merobohkan pagar

jika kita satu;
          Tuhan, Nabi, Kitab, Kiblat
mengapa tak henti bertikai?
sudahkah yang lain dibenahi?
aku heran, nabi pun tak mengajarkan
uh, jadi malu sendiri jika dipandang

akankah kita bisa duduk bersama?
seperti aku dan mereka
atau kita semua dengan mereka
mengagungkan namaNya
di bawah satu bendera: Indonesia

sang guru berkata, kudengar dengan khidmat
“agama melarang adanya perpecahan
bukan perbedaan”
begitu suaranya lantang berbunyi
kukian tercenung sembari menahan pedih

“hey, sadar!
kita masih banyak kerjaan”
kata mereka buyarkan lamunanku
rasanya bukan hanya aku
ini untuk kita semua

Bekasi, 25 Januari 2014

Tidak ada komentar: