BOCAH
menari-nari
bersama bayang
telanjang badan diguyur hujan
tertawa riang ke sana ke mari
bahkan saat banjir datang sekali pun
mereka bahagia bermain dengan alam
pagi bertengkar ketika bermain
siang kembali bersama, tertawa menikmati hari
ah, dasar bocah; seperti itulah kodratnya
selalu menari serta tertawa di mana saja
harinya selalu indah tanpa himpitan dunia
malam gelap hadir
rembulan duduk di kepala
mereka tertidur lelap membuang letih
bersiap untuk esok kembali menari
bersama hujan, bersama alam
sementara kita duduk di balik senja
juga di
balik meja
berdiskusi tiada henti—tanpa arah
sering kali bertikai sesama
bisa memaafkan, ketika idul fitri datang
ah, itu pun hanya sehari saja
esok, lusa dan seterusnya kembali mengumpat
Bekasi, 25 Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar