Rabu, 05 Februari 2014

Puisi - AKU DAN HUJAN


AKU DAN HUJAN

/1/
rindu menyepi mencari arti
sembunyi jauh dalam relung hati
berteriak-teriak hingga parau
bebaskan gundah yang mengendap

tak ada kata-kata lagi dapat kurangkai
semuanya tak cukup wakili perih
terlalu besar kepedihannya
terlalu sedikit huruf untuk bisa bercerita

dari a sampai z
sudah kujadikan satu, namun tetap saja tak cukup
butuh huruf  lebih untuk ungkapkan
tapi tak kutemukan huruf  yang lain

yang ada hanya hujan di sini
membawa kerinduan juga dawai asmara
membuka memori yang pernah terjadi
hingga menyeretku dalam ruang dilema

/2/
banyak hal tersembunyi dalam cinta
kadang rasanya begitu menyakitkan
kadang begitu menyenangkan
antarku terbang mengangkasa

seperti kerinduan alam
desir angin menelisik dari balik dedaunan
tanpa kupaham bahasanya
namun dapat kurasakan kehadirannya

seperti kerinduan alam
pekat malam dekap kesenyapan
tanpa kupaham bahasanya
namun dapat kurasakan ketenangan jiwa

seperti kerinduan alam
bening embun lahir di dedaunan
tanpa kupaham bahasanya
namun dapat kurasakan kesejukannya

/3/
Tuhan telah tentukan jalan tujuan
sejak 7,000 tahun yang lalu catat takdirku
sebelum aku menangis di dunia
setelah terucap janji pada Sang Pencipta

segala rasa dan warna yang berbaur
juga tak pernah luput dari campur tanganNya
jalan telah membentang di depan
tak ada pilihan, harus melangkah mengikuti

kadang memang tak menyenangkan
namun kutahu semua pembelajaran
agar hidup kian lebih baik
juga agar terus mengingatNya

semua kan indah dalam naunganNya
dalam lindungan kasih sayangNya
meski tak selalu sesuai keinginan hati
Dia Maha tahu, kuyakin ini yang terbaik

/4/
hujan kian deras mengguyur tanah
memberi bayang-bayang perjalananku
terus memaksaku untuk mengenang
seolah tak ingin kumelupakannya

aku duduk sendiri di sini
bersama pena dan secarik kertas
meski kata tak cukup dapat mewakilkan isi hati
namun terus kucoba untuk merangkainya

memang sulit, bahkan teramat sulit
kata bisa berubah menjadi silet
ringan tipis dan juga tajam
karenanya butuh kehati-hatian lebih

huruf  kurangkai menjadi kata
kata kurangkai menjadi kalimat
dalam larik-larik sajak ini aku titipkan
nafas kerinduan bersama hujan

kuharap kau merasakannya
kuharap kau terima salam rinduku
meski perih mencabik-cabik hati
namun entah mengapa, rindu selalu ada

aku pun tak mengharap jawaban rindumu
karena hati hanya ingin kau tahu saja
aku rindu padamu saat ini, mungkin juga esok
tapi entah nanti, Tuhan yang tahu semuanya

/5/
kini, kuserahkan semua pada Rabbku
aku tak kuasa melewatinya sendiri
karena bila berjalan di jalurnya
kudapat bertahan dan takan tersesat

kurelakan ini semua terjadi
banyak hikmah yang dapat kupetik
termasuk arti kehidupan sementara ini
kuyakin semua kan indah pada waktunya

mungkin, Tuhan hanya ingin kuterus bersama huruf
lalu terus dan terus merangkainya
hingga kubesar dan maslahat untuk dunia
sebelum meninggalkan dunia yang fana

dengan ini pula kusyukuri semua
karenanya kudapat belajar isyarat Tuhan
merasakan kasih dan sayangNya

Bekasi, 31 Januari 2014

Tidak ada komentar: