BANJIR
berjuta rintik hujan
turun basahi tanah tiada henti
hanyutkan debu jalanan
basahi puisiku
tentu bukan salah alam
apalagi hewan yang tak mengenal dosa
namun salah siapa?
kutanya pada rumput, ranting dan daun
tak bersua; juga telah hanyut
hanya tinggal aku di sini
bersama kata dan genangan air
setumpuk kata—kemudian kurangkai
berjuta kulah air terus bertambah
hingga tak ada tanah tersisa
kuharap besar pada semesta
derasnya hujan; lunakan hati
tak hanya debu jalanan yang hanyut
juga debu dalam hati yang keras
alam telah menamparku
kau, kalian, juga mereka
Bekasi, 18 Januari 2014
berjuta rintik hujan
turun basahi tanah tiada henti
hanyutkan debu jalanan
basahi puisiku
tentu bukan salah alam
apalagi hewan yang tak mengenal dosa
namun salah siapa?
kutanya pada rumput, ranting dan daun
tak bersua; juga telah hanyut
hanya tinggal aku di sini
bersama kata dan genangan air
setumpuk kata—kemudian kurangkai
berjuta kulah air terus bertambah
hingga tak ada tanah tersisa
kuharap besar pada semesta
derasnya hujan; lunakan hati
tak hanya debu jalanan yang hanyut
juga debu dalam hati yang keras
alam telah menamparku
kau, kalian, juga mereka
Bekasi, 18 Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar