Sabtu, 18 Januari 2014

Puisi Ke-1 "BANJIR"

BANJIR

berjuta rintik hujan
turun basahi tanah tiada henti
hanyutkan debu jalanan
basahi puisiku

tentu bukan salah alam
apalagi hewan yang tak mengenal dosa
namun salah siapa?
kutanya pada rumput, ranting dan daun
tak bersua; juga telah hanyut

hanya tinggal aku di sini
bersama kata dan genangan air
setumpuk kata—kemudian kurangkai
berjuta kulah air terus bertambah
hingga tak ada tanah tersisa

kuharap besar pada semesta
derasnya hujan; lunakan hati
tak hanya debu jalanan yang hanyut
juga debu dalam hati yang keras

alam telah menamparku
kau, kalian, juga mereka

Bekasi, 18 Januari 2014

Tidak ada komentar: