Kamis, 27 Agustus 2015

Perempuan

PEREMPUAN
Perempuan hidup dengan alasan
Memilih jalan yang ditawarkan laki-laki
Setiapnya bernafaskan kerinduan
Rindu akan segala janji yang tak dimiliki
Pada suatu hari ia menangis
Karena sebuah luka yang diterima dengan sadis
Ia menangis dan hanya bisa menangis
Dalam ruang hampa tiada batas
Aku bagian dari perempuan
Tiada daya dan guna untuknya meneduh
Aku tak memiliki hingga tak jadi pilihan
Aku, musafir kelana yang merindui kasih
Ketika itu kulihat perempuan
Tidak-kah kau lihat dengan hati? Tanyaku
Dia jawab dengan tangis bertahun-tahun
Aku, musafir kelana tak mengerti perempuan
Suatu waktu ia bersua:
Semua lelaki sama tiada benar!
          Perempuan
          Memilih jalan yang ditawarkan laki-laki
          Tidak-kah kau memilih dengan hati?


Jakarta, Aku yang dalam kebimbangan.

Tidak ada komentar: