PEREMPUAN
Perempuan hidup dengan alasan
Memilih jalan yang ditawarkan laki-laki
Setiapnya bernafaskan kerinduan
Rindu akan segala janji yang tak dimiliki
Pada suatu hari ia menangis
Karena sebuah luka yang diterima
dengan sadis
Ia menangis dan hanya bisa menangis
Dalam ruang hampa tiada batas
Aku bagian dari perempuan
Tiada daya dan guna untuknya meneduh
Aku tak memiliki hingga tak jadi pilihan
Aku, musafir kelana yang merindui kasih
Ketika itu kulihat perempuan
Tidak-kah kau lihat dengan hati?
Tanyaku
Dia jawab dengan tangis
bertahun-tahun
Aku, musafir kelana tak mengerti
perempuan
Suatu waktu ia bersua:
Semua lelaki sama tiada benar!
Perempuan
Memilih
jalan yang ditawarkan laki-laki
Tidak-kah
kau memilih dengan hati?
Jakarta, Aku yang dalam
kebimbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar