Antara September dan Oktober
September merambat dengan cepat melalui hari
Sementara tahun berganti tak dapat kumengerti
Malu, malu bertemu Oktober yang sadis
Seumpama gadis manis yang menghilang dengan bengis
Antara September dan Oktober
Aku lenyap dalam kenistaan yang malang
Enggan menyapa apalagi bertemu meski remang
Kau, Oktober yang tak luput dalam hening
Seperti mantra yang bangun saat kulepas kenang
Harusnya kulepas kasih di senja itu
Sebelum laba-laba meninggalkan sarang
yang usang
Sebelum kaca-kaca kau pecahkan dan
melukaiku
Sebelum kau tipu aku di tepi jurang
Antara September dan Oktober
Meski kuberdarah memenuhi hati
Kuat kudalam cengkraman takdir memisahkan kelingking
Tetap rela dalam tikaman yang kau beri
Malu, dan aku memilih pulang dengan wajah berpaling
Jakarta, dalam kamar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar