Kamis, 27 Agustus 2015

Kubenci dan Kumalu Oktober

Antara September dan Oktober

September merambat dengan cepat melalui hari
Sementara tahun berganti tak dapat kumengerti
Malu, malu bertemu Oktober yang sadis
Seumpama gadis manis yang menghilang dengan bengis

Antara September dan Oktober

Aku lenyap dalam kenistaan yang malang
Enggan menyapa apalagi bertemu meski remang
Kau, Oktober yang tak luput dalam hening
Seperti mantra yang bangun saat kulepas kenang

Harusnya kulepas kasih di senja itu
Sebelum laba-laba meninggalkan sarang yang usang
Sebelum kaca-kaca kau pecahkan dan melukaiku
Sebelum kau tipu aku di tepi jurang

Antara September dan Oktober

Meski kuberdarah memenuhi hati
Kuat kudalam cengkraman takdir memisahkan kelingking
Tetap rela dalam tikaman yang kau beri
Malu, dan aku memilih pulang dengan wajah berpaling


Jakarta, dalam kamar.

Tidak ada komentar: